Minggu, 20 Maret 2016

Manisnya Manggis dan Manfaat Kulitnya


Manggis

Manggis adalah sejenis pohon hijau abadi dari daerah tropika yang diyakini berasal dari Kepulauan Nusantara. Tumbuh hingga mencapai 7 sampai 25 meter.

Nama ilmiah: Garcinia mangostana

Tingkatan takson: Spesies

Klasifikasi lebih tinggi: Garcinia

Kandungan Gizi Manggis

Jumlah Per 100 g

Kalori (kcal) 72

Jumlah Lemak 0,6 g
Kolesterol 0 mg
Natrium 7 mg
Kalium 48 mg
Jumlah Karbohidrat 18 g
Serat pangan 1,8 g
Protein 0,4 g
Vitamin A35 IU
Vitamin C2,9 mg
Kalsium12 mg
Zat besi0,3 mg
Vitamin D0 IU
Vitamin B60 mg
Vitamin B120 µg
Magnesium13 mg

Manfaat Kandungan buah manggis:

1. Rendah Kalori
Selain memiliki rasa yang lezat buah manggis juga rendah kalori. Cocok dikonsumsi bagi Anda yang sedang berdiet untuk menurunkan berat badan. Terdapat 63 kalori per 100 gr buah manggis. Tidak mengandung lemak jenuh dan kolesterol. Selain itu, buah manggis juga dapat mencukupi kebutuhan serat tubuh sebanyak 13 persen per 100 gramnya.

2. Kaya Vitamin C
Buah manggis dapat memenuhi kebutuhan vitamin C tubuh sebesar 12 persen per 100 gram daging buahnya. Vitamin C merupakan vitamin larut air yang bekerja kuat sebagai antioksidan. Membantu meningkatkan daya tahan tubuh terhadap serangan penyakit seperti, flu, infeksi, hingga kanker.

3. Vitamin B Kompleks
Buah manggis juga mengandung vitamin B kompleks seperti thiamin, niacin, dan folat. Vitamin ini bertindak sebagai kofaktor dalam memetabolisme karbohidrat, protein, dan lemak.

Kandungan Kulit Buah Manggis:


Dalam kulit manggis terkandung 62,05% air, 0,63% lemak, 0,71% protein, serta 35,61% karbohidrat. Nilai gizi yang tidak bisa diabaikan ini terbukti memiliki kontribusi yang besar dalam melawan segala jenis bibit penyakit yang mengancam tubuh.
Mengandung Xamthone adalah Komponen aktif utama dari buah manggis disebut xanthones. Xanthone adalah sejenis senyawa polifenol yang baru ditemukan yang secara biologis aktif dan secara struktural mirip dengan bioflavanoids. Senyawa ini jarang terdapat di alam, paling banyak ditemukan hanya dalam dua keluarga tanaman. 200 jenis xhantones alami yang sejauh ini telah diidentifikasi. Sekitar 40 jenis diantaranya telah ditemukan dalam buah manggis.

Xanthone dan turunannya telah terbukti memiliki beberapa manfaat, termasuk anti-inflamasi dan anti-alergi. Ada juga komponen lain dari buah manggis yang memiliki kualitas obat, termasuk polisakarida, sterol, proanthocyanidins dan catechin, sehingga baik dikonsumsi untuk menjaga kesehatan fungsi tubuh.

Manfaat Kulit Manggis

Manfaat kulit manggis untuk kesehatan:

1. Mengobati dan mencegah kanker.

Ternyata kulit manggis dapat mencegah pertumbuhan sel kanker sekaligus menghancurkannya untuk menghindarkan seseorang terkena kanker atau mencegah stadium lanjut. Kandungan zat xanthone dalam kulit dan buah manggis memiliki sifat anti proliferasi danapoptosis yang menjadi senjata pemusnah masal terhadap penyakit kanker dan efektif melakukan pencegahannya.

2. Pencegahan penyakit jantung.

Kulit manggis dapat membantu mencegah penyakit jantung, Menurunkan tekanan darah tinggi, Memperkuat pembuluh darah, Membantu mencegah arteriosclerosis, dan menurunkan kolesterol LDL (lemak jahat dalam darah). 

3. Mengobati diare.

4. Meremajakan kulit dan mencegah penuaan dini.

5. Mengobati diabetes.

6. Mengatasi gangguan haid.

7. Memperkuat sistem kekebalan tubuh.

8. Memperbaiki sel sel yang rusak.

9. Membantu menurunkan berat badan.

10. Membantu meringankan penyakit wasir.

11. Memperbaiki kerusakan syaraf. 

12. Membantu menyembuhkan luka.

Efek Samping Konsumsi Kulit Manggis

1. Alergi Ringan. Tipe alergi seperti kulit memerah, membengkak, gatal-gatal dan bersisik

2. Alergi Berat. Seperti sakit kepala, nyeri sendi, dan mual






Kandungan Nutrisi Kurma


Nutrisi buah kurma

Buah kurma mengandung banyak zat gula serta 6 unsur makanan penting lainnya seperti lemak, protein, vitamin dan mineral dan air. Dalam 7 butir buah kurma setara dengan 100 gram yang mengan gula 75gr, glukoasa, frugkrosa, sukrosa, selulosa. Kurma juga mengandung selulosa 4gr air 22.5 protein 2.5gr,  lemak 2.5 gr, mineral potassium 79 gr, mengandung fosfat 21miligram, belerang 65 miligram zat besi 5 miligram, magnesium 65 miligram, kalsium 65 miligram, fosfor 72 miligram, serta mengandung 7 asam amino esensial yaitu lisin, valin, leosin, arginin, teorinin, isalosin dan tritopan, vitamin A 65miligram  B1 0.08 miligram B2 0.05 CO 2 hingga 2.6miligram, juga asam glutation sebagai antioksidan 100 gram kurma mengandung 350 kalori. Kurma juga mengandung kalsium mangan vitamin K dan Bkompleks. Dengan kandungan ini kurma merupakan buah sempurna karena hampir memenuhi semua kebutuhan gizi.

Manfaat buah kurma:
1. Manfaat buah kurma sebagai penangkal racun. Dengan memakan 7 butir kurma setiap hari dapat melawan racun karena kurma memiliki kandungan vitokimia serta memiliki zat antioksidan.

2. Manfaat buah kurma untuk sumber energi. Buah kurma memiliki kandunagn energy untuk tubuh sehingga buah ini sering dijadikan sebagai makanan berbuka puasa.

3. Manfaat buah kurma untuk mencegah kanker usus besar. Kurma yang kaya serat dapat membantu selaput lendir usus dan mengikat bahan kimia sehingga mencegah kanker usus besar.

4. Kurma dapat melancarkan buang air besar.

5. Kandungan tannin pada kurma yang merupakan anti infeksi anti inflamasi dan anti hermaracik.

6. Kandungan vitamin A pada buah kurma memiliki manfaat  kesehatan mata , kesehatan kulit dan melinduungi dari kanker paru paru dan kanker mulut.

7. Kurma merupakan sumber zat besi yang baik, zat besi merupakan komponen hemoglobin didalam sel darah merah yang menentukan daya dukung oksigen dalam darah.

8. Kalium yang terdapat dalam kurma dapat membantu mengendalikan denyut jantung dan tekanan darah sehingga memberikan perlindungan terhadap jantung koroner dan stroek.

9. Kalium yang terdapat dalam kurma sangat baik untuk kesehatan jantung, kandungan zat besi dan B Kompleks mikro nutrient untuk membentuk sel darah merah untuk mencegah anemia.

10. Zinc meningkatkan hormone testosterone untuk meningkatkan kebugaran pria.

Jumat, 18 Maret 2016

Memahami Manhaj Salaf

Apakah Manhaj Salaf itu?

Manhaj Salaf adalah Manhaj yang Benar dalam Memahami IslamAdalah suatu fenomena yang kita saksikan dan tidak bisa dipungkiri bahwasanya ummat Islam sudah terpecah belah menjadi beberapa golongan. 

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sendiri mengabarkan bahwasanya ummatnya akan terpecah menjadi 73 golongan (dan ini sudah terjadi), semuanya masuk neraka kecuali satu golongan yaitu orang-orang yang mengikuti Rasulullah dan para shahabatnya.
Akan tetapi, ketika ditanyakan kepada golongan-golongan tersebut, mereka menjawab bahwasanya mereka berpegang teguh kepada Al-Qur`an dan As-Sunnah bahkan masing-masing golongan menyatakan golongannyalah yang benar sedangkan yang lainnya salah/sesat, bersamaan dengan itu kita ketahui dan saksikan bahwa golongan-golongan tersebut satu sama lainnya saling bertentangan, bermusuhan bercerai-berai dan tidak berada dalam satu manhaj yang menyatukan mereka. Hal ini seperti dikatakan di dalam sya'ir: "Setiap orang mengaku punya hubungan dengan Laila akan tetapi Laila tidak mengakuinyaUntuk itu satu hal yang pasti bagi kita bahwasanya kebenaran itu hanya satu dan tidak berbilang yaitu golongan yang benar dan selamat hanya satu yaitu orang-orang yang mengikuti Rasulullah dan para shahabatnya (salaf) sebagaimana dinyatakan oleh Rasulullah dalam haditsnya yang mutawatir. Dengan kata lain golongan yang selamat tersebut adalah orang-orang yang memahami dinul Islam dengan pemahaman salafush shalih (manhaj salaf).

Sedangkan manhaj salaf adalah suatu istilah untuk sebuah jalan yang terang lagi mudah, yang telah ditempuh oleh para shahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, tabi'in dan tabi'ut tabi'in di dalam memahami dinul Islam yang dibawa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. 
Seorang yang mengikuti manhaj salaf ini disebut Salafy atau As-Salafy, jamaknya Salafiyyun atau As-Salafiyyun.Al-Imam Adz-Dzahabi berkata: "As-Salafi adalah sebutan bagi siapa saja yang berada di atas manhaj salaf." (Siyar A'lamin Nubala` 6/21).
Kemudian di sini akan dikemukakan sebagian dalil-dalil yang menyatakan bahwa manhaj yang benar dalam memahami agama adalah manhaj salaf serta kewajiban bagi kita untuk mengikuti manhaj tersebut, yaitu: 

1. Firman Allah subhanahu wa ta'ala :"Tunjukilah kami jalan yang lurus. (Yaitu) jalannya orang-orang yang telah Engkau beri nikmat." (Al-Fatihah:6-7).Al-Imam Ibnul Qayyim berkata: "Mereka adalah orang-orang yang mengetahui kebenaran dan berusaha untuk mengikutinya?, maka setiap orang yang lebih mengetahui kebenaran serta lebih konsisten dalam mengikutinya, tentu ia lebih berhak untuk berada di atas jalan yang lurus. Dan tidak diragukan lagi bahwa para shahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, mereka adalah orang-orang yang lebih berhak untuk menyandang sifat (gelar) ini daripada orang-orang Rafidhah (Syi'ah)." (Madarijus Salikin 1/72). Hal ini menunjukkan bahwa manhaj yang mereka tempuh dalam memahami agama ini adalah manhaj yang benar dan di atas jalan yang lurus, sehingga orang-orang yang berusaha mengikuti manhaj dan jejak mereka, berarti telah menempuh manhaj yang benar dan berada di atas jalan yang lurus pula.

2. "Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kalian (ummat Islam), ummat yang adil dan pilihan agar kalian menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam) menjadi saksi atas (perbuatan) kalian." (Al-Baqarah:143).Allah telah menjadikan mereka orang-orang pilihan lagi adil, mereka adalah sebaik-baik ummat, paling adil dalam perkataan, perbuatan serta keinginan mereka, karena itu mereka berhak untuk menjadi saksi atas sekalian manusia, Allah mengangkat derajat mereka, memuji mereka serta menerima mereka dengan penerimaan yang baik.Dengan ini jelaslah bahwasanya pemahaman para shahabat merupakan hujjah atas generasi setelah mereka dalam menjelaskan nash-nash Al-Qur`an dan As-Sunnah.

3. "Barangsiapa yang berpegang teguh kepada (agama) Allah maka sesungguhnya ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus." (Ali 'Imran:101).Para shahabat adalah orang-orang yang berpegang teguh kepada agama Allah, karena Allah adalah pelindung bagi siapa saja yang berpegang teguh kepada (agama)-Nya sebagaimana firman Allah: "Dan berpeganglah kalian pada tali Allah. Dia adalah pelindung kalian maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong." (Al-Hajj:78).Dan telah dimaklumi bahwasanya perlindungan dan pertolongan Allah kepada para shahabat sangat sempurna, hal tersebut menunjukkan bahwasanya mereka adalah orang-orang yang berpegang teguh kepada (agama) Allah, mereka adalah orang-orang yang memberi petunjuk dengan persaksian dari Allah.

4. "Kalian adalah ummat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar dan beriman kepada Allah." (Ali 'Imran:110).Allah telah menetapkan atas mereka keutamaan atas sekalian ummat, hal tersebut karena keistiqamahan mereka pada segala hal, karena mereka tidak akan melenceng dari jalan yang lurus, Allah telah bersaksi atas mereka bahwasanya mereka menyuruh kepada setiap yang ma'ruf, mencegah dari setiap kemunkaran, berdasarkan hal tersebut merupakan suatu keharusan bahwasanya pemahaman mereka merupakan hujjah bagi generasi setelahnya hingga Allah menetapkan putusannya.

5. "Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali." (An-Nisa`:115).Berkata Al-Imam Ibnu Abi Jamrah Al-Andalusi: "Para 'ulama telah menjelaskan tentang makna firman Allah (di atas): Sesungguhnya yang dimaksud dengan orang-orang mukmin di sini adalah para shahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan generasi pertama dari ummat ini,?." (Al-Mirqat Fi Nahjissalaf Sabilun Najah hal. 36-37).Syaikhul Islam berkata: "Dan sungguh keduanya (menentang Rasul dan mengikuti selain jalannya orang-orang mukmin-red) adalah saling terkait, maka siapa saja yang menentang Rasul sesudah jelas baginya kebenaran, pasti ia telah mengikuti selain jalan orang-orang mukmin. Dan siapa saja yang mengikuti selain jalan orang-orang mukmin maka ia telah menentang Rasul sesudah jelas baginya kebenaran." (Majmu' Fatawa 7/38).Maksud ayat tersebut, bahwasanya Allah mengancam siapa saja yang mengikuti selain jalannya orang-orang mukmin (dengan neraka Jahannam), maka jelaslah bahwasanya mengikuti jalannya para shahabat dalam memahami syari'at Allah wajib hukumnya, sedangkan menyalahinya merupakan suatu kesesatan.

6. "Dan orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar." (At-Taubah:100).Makna dalil tersebut, bahwasanya Tuhan manusia memuji orang-orang yang mengikuti manusia terbaik, maka diketahui dari hal tersebut bahwasanya jika mereka mengatakan suatu pandangan kemudian diikuti oleh pengikutnya pantaslah pengikut tersebut untuk mendapatkan pujian dan ia berhak mendapatkan keridhaan, jika sekiranya mengikuti mereka tidak membedakan dengan selain mereka maka tidak pantas pujian dan keridhaan tersebut.

7. "Dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertaqwa." (Al-Furqan:74).Maka orang-orang bertaqwa secara keseluruhan berimam kepada mereka. Adapun taqwa merupakan kewajiban, di mana Allah dengan gamblang menyebutkannya dalam banyak ayat. Tidak memungkinkan untuk menyebutkannya di sini, maka jelaslah bahwa berimam kepada mereka wajib, adapun berpaling dari jalan mereka akan menyebabkan fitnah dan bencana.

Sikap ulama salaf terhadap penentang sunnah.
Marah adalah sikap yang segera ditunjukkan para ulama Salaf kepada orang-orang yang suka membantah Sunnah Nabi. Para ulama Salaf adalah orang-orang yang sangat tinggi ghirah-nya (semangatnya) terhadap Sunnah Nabi. Mereka makmurkan jiwa mereka dengan As Sunnah sehingga tatkala muncul dari seseorang sikap menyangkal As Sunnah atau enggan untuk tunduk terhadap aturan As Sunnah, secara spontan mereka ingkari dengan pengingkaran yang tegas sebagai hukuman dan peringatan. Hal itu nampak jelas dalam kisah-kisah yang sampai kepada kita, di antaranya: Ketika Abdullah bin Umar mengatakan saya mendengar Nabi bersabda: “Jangan kalian larang istri-istri kalian ke masjid jika mereka minta ijin ke sana,” maka Bilal bin Abdillah mengatakan: ‘Demi Allah aku sungguh-sungguh akan melarang mereka.’ Maka Abdullah bin Umar menghadap kepadanya dan mencaci makinya. (Yang meriwayatkan kisah ini mengatakan: ‘Saya tidak pernah mendengar dia mencaci maki seperti itu sama sekali.’). Dan mengatakan, aku katakan kepadamu ‘Bersabda Rasulullah’ lalu kamu katakan ‘Demi Allah aku akan melarang mereka?!’ (Shahih, HR Muslim no. 988) Kejadian lain dialami oleh sahabat Ubadah bin Ash Shamit ketika beliau menyebutkan bahwa Nabi melarang menukar satu dirham dengan dua dirham dan ada seseorang yang mengatakan: “Menurut saya, itu tidak mengapa jika kontan.” Maka Ubadah mengatakan: “Saya katakan bersabda Rasulullah dan kamu katakan: ‘Menurut saya tidak mengapa?!’. Demi Allah jangan sampai ada satu atap menaungi saya dan kamu.” (Shahih, HR Ad Darimi 1/118 dan Ibnu Majah 1/20 no.18, dishahihkan oleh Asy Syaikh Al Albani, Ta’dhimus Sunnah, 37) Sahabat yang lain yaitu Abu Said Al Khudri mengatakan kepada seseorang: “Apakah kamu mendengar saya menyampaikan hadits dari Nabi: “Jangan kalian tukar uang dinar dengan uang dinar jangan pula dirham dengan dirham kecuali sama ukurannya dan jangan kalian tukar dengan cara yang tidak kontan.” Lalu kamu berfatwa dengan apa yang kamu fatwakan (yakni berbeda dengan hadits)!! Demi Allah jangan sampai ada yang menaungi aku dan kamu selama hidupku kecuali masjid.” (Al Ibanah Ibnu Baththah hal. 95, Ta’dhimus Sunnah hal. 39) Begitu tegas sikap para sahabat Nabi terhadap orang-orang yang menyangkal hadits. Hal itu tidak lain karena kedalaman ilmu mereka tentang kedudukan Sunnah Nabi dalam syariat dan ilmu tentang bahayanya sikap penentangan semacam ini dibarengi dengan kecemburuan yang tinggi terhadap Sunnah. Barangkali sepintas sebagian kita membaca kisah itu nampak begitu keras atau kaku sikap mereka dan tak kenal kompromi dan dipandang oleh sebagian orang tidak pantas dilakukan. Tapi cobalah kita menengok sejenak bahwa contoh tersebut adalah perbuatan para sahabat Nabi, orang–orang terbaik umat ini dengan rekomendasi dari Allah dan Rasul-Nya. Justru yang tidak pantas adalah ketika kita mengatakan bahwa perbuatan mereka itu tidak pantas. Penilaian seperti itu tentu karena kurangnya ilmu kita tentang kedudukan Sunnah Nabi, juga karena ghirah keagamaan yang lemah dari dalam hati sanubari dan karena tidak menangkap bahayanya perbuatan lancang semacam ini. Allah berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Al-Hujurat: 1) Oleh karenanya kita perlu introspeksi diri sekaligus berhati-hati karena kita hidup di zaman yang kondisinya sangat jauh dari norma-norma kenabian. Sunnah Nabi begitu asing untuk kita terapkan sehingga didapati hakekat-hakekat telah terbalik, sebagaimana dikatakan oleh Abdullah bin Mas’ud: “Bagaimana dengan kalian jika fitnah yang membuat pikun orang dewasa dan membuat anak kecil menjadi besar itu menyelimuti kalian? Bahkan manusia justru menjadikan (sesuatu yang bukan Sunnah) sebagai Sunnah. Jika ditinggalkan sedikit saja darinya akan dikatakan: ‘Sunnah telah ditinggalkan.’” Orang-orang bertanya kepada Ibnu Mas’ud: “Kapan itu terjadi?” Diapun menjawab: “Jika ulama kalian telah pergi, pembaca Al Qur’an semakin banyak tapi ahli fikih semakin sedikit, pimpinan kalian semakin banyak, orang yang jujur semakin sedikit dan dunia dicari dengan menggunakan amalan akhirat serta selain ilmu agama (semakin banyak) dipelajari.” (Shahih, Riwayat Ad Darimi: 1/64 dishahihkan oleh Asy Syaikh Al Albani dalam Qiyamu Ramadhan)

Syafa'at Al qur'an

SYAFA'AT AL QUR'AN

Pertolongan Al-Qur'an di Alam Qubur.

-Dari Sa’id bin Sulaim ra.Rosululloh Saw bersabda: “Tiada penolong yg lebih utama derajatnya di sisi Alloh di hari Kiamat dari pada Al-Qur’an. Bukan nabi, bukan malaikat dan bukan pula yang lainnya.” (Abdul Malik bin Habib-Syarah Ihya).

Al Bazzar meriwayatkan dalam kitab La’aali Masnunah, bahwa jika seseorang meninggal dunia, ketika orang-orang sibuk dgn kain kafan, persiapan pemakaman dirumahnya , tiba-2 seseorang yg amat tampan berdiri dikepala mayat.
Saat kain kafan mulai dipakaikan, dia berada diantara dada mayat dan kain kafan.

Setelah dikuburkan dan orang - orang mulai meninggalkannya, datanglah 2 malaikat..
Yaitu Malaikat Munkar dan Nakir yang berusaha memisahkan orang tampan itu dari mayat agar memudahkan tanya jawab.

Tetapi si tampan itu berkata: ”Ia adalah sahabat karibku. Dalam keadaan bagaimanapun aku tidak akan meninggalkannya. Jika kalian ditugaskan utk bertanya kepada nya, lakukanlah pekerjaan kalian. Aku tidak akan berpisah dari orang ini sehingga ia dimasukkan ke dalam syurga..”

Lalu ia berpaling kepada sahabat nya dan berkata,”Aku adalah Al Qur'an yang terkadang kamu baca dengan suara keras dan terkadang dengan suara perlahan.

Jangan khawatir, setelah meng hadapi pertanyaan Munkar dan Nakir ini, engkau tidak akan mengalami kesulitan.”

Setelah para malaikat itu selesai memberi pertanyaan, ia menghamparkan tempat tidur dan  permadani sutera yang penuh dengan kasturi dari Mala’il A’la. (Himpunan Fadhilah Amal : 609)

Allohu Akbar, selalu saja ada getaran haru.., selepas membaca hadits ini. Getaran penuh harapan sekaligus kekhawatiran. Getaran harap,karena tentu saja mengharap kan Al-Qur'an yang kita baca dapat menjadi pembela kita di hari yang tidak ada pembela..! Sekaligus getaran takut.., kalau-kalau Al-Qur'an akan menuntut kita.

Yaa Alloh…Yaa Robb.. terimalah bacaan Al-Qur'an kami.. Sempurnakanlah kekurangannya.

Banyak riwayat yang menerangkan bahwa Al-Qur'an adalah pemberi syafa’at yang pasti dikabulkan Alloh Swt. Aamiin..